Jumat, 18 Juli 2008

Be Kind, Rewind



Wehehehei, Jack Black memang gila!!

Nonton ni film karena temenku dari Prancis bilang "it is nice" jadi ya coba aja nonton.

Film yang salah satu pemeran utamanya Jack Black bertutur tentang "kehidupan" di sebuah rental video (VHS). Suatu saat si pemilik rental harus berpergian demi menyelamatkan toko rentalnya yang akan digusur. Dia lantas menitipkan tokonya kepada anaknya, Mike. Namun bencana terjadi saat sahabat Mike, Jerry (Black), yang "terkontaminasi" arus listrik berubah menjadi magnet berjalan dan menghapus semua film yang ada di kaset video. Mereka berdua lalu berusaha membuat ulang film-film tersebut dengan gaya mereka sendiri.

Film ni tipikal filmnya Jack Black yang agak gila-gila gimana gitu. Ancur! Ngakak abis! gENREnya mungkin komedi, tapi bukan sembarang komedi yang disajikan di film ini. Komedinya cenderung cerdas dan berbobot. Lawak dan ancuran-ancuran ala Jack Black di balut dengan pesan-pesan seputar livin' the dreams, trust, juga faith. Asyik punya lah!

Rabu, 16 Juli 2008

mengaji...(meminjam istilah Gus Muh dan Mas Fayyadl

Kemarin-kemarin mencoba kembali mengaji Hatta, Gorky, Ruth Benedict, dan Pamuk. Yang belum kHatam, Pamuk, terlampau mudah terlelap saat mengaji Pamuk yang "Red". Besok-besok mencoba mengaji Marquez, Voltaire, Marx, Dan mungkin Sartre. Semoga bisa menang bergelut! Aaiiaaaa!!!

Selasa, 08 Juli 2008

...

If u understand/ what I feel 4 u
U don’t have 2 worry/ n that things I do
If u reads my mind/ words that I can say
N u know the answer/ the reason why I stay
If u understand/ why the sky get blue
N it is so easy/ 2 b a … two
But it ain’t so much/ that u never know
But I keep on trying/ love can make it grow

mmm... ni adalah sepenggal lirik dari sebuah lagu barat lama. Memang lirik ni ga' lengkap dan aku miss di beberapa bagian. Plus, judulnya aja aku ga' tau. PARAH!!!
Tapi sumpah ni lagu ok punya, jadinya aku tampilin di sini buat inspirasi-inspirasi gila lain yang mo nyelonong lewat.
Butewe, lo da yang tau judulnya yah...

Jika...

jika gadismu…
tak berambut lurus
tak berponi
tak bergaya harajuku
tak berwarna

tak berbaju ketat
tak memakai cardigan
tak mengenakan legging
dan tak ber-hot pants

tak beraroma paris
sialnya bermuka delman
celakanya bermulut besar

masihkah kau mencintainya?

Kurcaci

Kata-kata adalah kurcaci yang muncul tengah malam
dan ia bukan pertapa suci yang kebal terhadap godaan.

Kurcaci merubung tubuhnya yang berlumuran darah
sementara pena yang dihunusnya belum mau patah.

(Joko Pinurbo:1998)

Saat Kehabisan Waktu

Aku benar-benar merasa kesulitan untuk berdamai dengan waktu. Sang waktu menjadi teramat kikir, dia berlari sangat cepat hingga aku kesulitan untuk mengejarnya.

Benar-benar waktu yang ada tidak mencukupi untuk ku bergembira. Membaca buku, menonton film, dan menulis menjadi musuh sang waktu yang teramat hebat. Ia tak memberikan kelonggaran, ia mencekik dengan hebat. Aku kesulitan untuk bernafas.

Waktu berlaku tak adil. Aku iri dengan Will Hunting, Hatta, Rosihan Anwar bahkan dengan sahabatku Unggul. Mereka di cintai waktu. Bukan! Mereka adalah anak-anak sang waktu. Mereka dapat membaca, menulis, dengan keleluasaan yang luar biasa.

Will Hunting membaca buku-buku luar biasa dalam waktu tidurnya. Hatta, mulai jam 8 malam hingga larut malam, menggulati buku-bukunya. Rosihan Anwar melahap 3-4 buku dalam waktu 1 minggu. Dan, Unggul, menghabiskan 500 halaman buku dalam 1 malam.

Wahai sang waktu! Sungguh aku iri dengan mereka! kenapa tak kau jadikan aku buah dari rahimmu? Keparat kau waktu!

Tim Sepak Bola Saya…

Tim sepak bola saya sungguh aneh dan lucu benar. Tim saya ini jarang memperoleh kemenangan saat bertanding. Sebagian besar hasil pertandingannya di akhiri dengan kekalahan atau menerima hasil seri.

Maklumlah, bukannya mencoba mencari-cari alasan untuk kelemahan tim saya, tim saya ini jelas bukan tim professional, kami hanyalah tim “senang-senang”. Bermodalkan semangat baja yang baru saja dilumerkan alias panas membara, kami menyewa salah satu lapangan sepak bola terbaik di kota meski dengan harga yang terasa mencekik saat iuran bulanan tak berjalan seperti yang diharapkan.

Ah! Dasar kawan-kawan…

Komposisi pemain kami juga sangat beragam, ada yang mantan pemain hebat, ada yang sedang bermimpi untuk menjadi pemain hebat, ada juga yang sedang belajar bermain bola, ada juga yang tidak bisa bermain bola tapi tidak sadar. Parah! Yang penting semangat!

Dengan komposisi yang seperti itu, silahkan dibayangkan betapa sulitnya mereguk kemenangan (saat yang hebat melangkah keluar dan yang sedang belajar melangkah masuk). Selain karena keberagaman kemampuan, kami juga memiliki prinsip yang penting semua main untuk merasakan kegetiran kekalahan.
Banyak gunjingan, keluhan, bahkan makian setelah pertandingan, namun kami harus siap menerima kekalahan.

Saking seringnya kalah, tanpa disadari kami menjadi tim yang terpaksa untuk menerima kekalahan dengan hati yang lapang—semoga menjadi terbiasa. Bagi kami, kemenangan, saat itu, bukanlah tujuan utama bermain bola. Perasaan bahagia sang pemenang teratasi dengan perasaan persaudaraan dan rasa saling berbagi sekaligus memiliki yang menyelimuti kami. Asalkan masih bisa bermain bola bersama, saling bersenda gurau, saling mengejek satu sama lain, hati kami masih akan tersenyum bersama-sama, walaupun sekali lagi kami kalah. ‘)

Perasaan peraudaraan dan persahabatan yang mengatasi kemenangan inilah yang tetap berusaha kami pelihara sampai kapanpun.

Namun Sang Maha Adil nampaknya mempunyai rencana yang lain. Setelah berusaha keras selama dua tahun lebih, akhirnya angin kemenangan berhembus juga. Bahkan kami berencana untuk bertarung di kancah kompetisi yang lebih serius. Kami sedang berusaha menciptakan peluang itu. Doakan saja!

Cukup seriusnya! Yah itulah kami!

Akhir kata, dengan sedikit “HAHA” di sana dan “HIHI” di sini, semua permasalahan akan terasa manis dan lucu, seperti arum manis di sekatenan.